Dear you

Posted On Maret 19, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped 8 responses

Tangerang, 19 maret 2009

untuk:
seorang romeo bersweater hijau

Dear romeo,
siang tadi aku duduk di tengah hingar bingar kafetaria hanya untuk memandangi sekelilingku,,
benar,,
aku memandang mereka,,
yep,,kau benar juga kali ini, mereka berpasangan,,
ironis,,melihat diriku memandang mereka dengan begitu bodoh,,
bukan,, bukan jealous,, sama sekali bukan,,
aku hanya tersenyum melihat raut wajah mereka yang berbeda-beda,,
lalu bergumam dalam hati,,
“aku pernah menjadi mereka

Dear Romeo,
pernahkah kau terlihat bosan melihat kisah hidupku?
karna bukan hanya teman-teman ku yang penat akan kisah hidupku, bahkan aku sendiri-pun penat,,

Dear Romeo,
Ini bukan suatu cerita dongeng putri salju,
bukan juga cinderella,,
disini,
sang wanita tak seharusnya menderita menunggu pangeran kuda putihnya menjemput
dan menawarkan segenggam kebahagiaan yang acap kali mereka sebut itu,,
CINTA
seharusnya bukan begitu,,
tidakkah akan lebih adil bagimu jika pangeran mengetahui sebenarnya?
bahwa cinderella-nya tersiksa?
bukankah ia mencintainya?
lalu seharusnya dia akan menolongnya bukan?
tidakkah seharusnya pria lah yang berjuang?
karena itulah yg kulihat di kehidupan nyata,,
dan mungkin kau bertanya-tanya apa hubungan aku dengan semua ini,,
akan kupertegas bahwa aku tidak hidup dan berperan dalam dongeng,,

Dear Romeo,
tahukah kau, aku terkejut mengetahui bahwa aku tidak sepenuhnya mencintaimu?
tapi entah mengapa aku perlu kamu,
dan entah untuk apa
aku seharusnya tak memilih hijau untuk warna sepatu dan jaketku
hanya karena kau mengenakan sweater hijaumu dan terlihat bagus -menurutmu-
walaupun bagiku, biasa saja,,

Dear Romeo,
Kau harus tau bahwa aku tak akan katakan perasaanku sejujurnya padamu,,
karena seringnya kau bertanya,,
dan semakin kau bertanya, sejujurnya akan semakin membuat ku ragu akan jawabanku,,
hanya saja, jika kau mau sedikit(seharusnya lebih) sadari keberadaanku
lebih dari saat ini kau menilaiku,,
kau akan tahu
bahwa ada sebentuk perasaan dari seonggok daging di dadaku,
yang manusia sebut HATI,,
dan perasaan yang ada didalamnya adalah yang mungkin pangeran berkuda putih sebut sebagai “CINTA”

dan dengan berakhirnya kalimat demi kalimat dalam surat yang mungkin takkan kau baca ini, ijinkan aku melanjutkan hidupku dan ijinkan dirimu untuk bertindak adil padaku,,

PS: dear romeo, tahukah kau saat ku menulis ini, aku minum sekaleng nescafe coffee latte, 5 menit berikutnya aku meminum greensand original, dan percayalah romeo, bahwa mencampurkannya diperut ketika kau hanya makan siang dengan somay adalah tindakan kriminal kedua setelah mencuri jemuran tetangga,,itu sangat amad tidak disarankan,,

would you send it or no?

no

saved to draft(or publish on blog perhaps) haha~